Cegah Klaster Baru Covid 19, Kapolri Terbitkan Maklumat Terkait Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pilkada 2020

Cegah Klaster Baru Covid 19, Kapolri Terbitkan Maklumat Terkait Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pilkada 2020

LUWU TIMUR - Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan tahun 2020.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengungkapkan, dengan terbitnya maklumat Kapolri itu, diharapkan seluruh peserta Pilkada mematuhi standar protokol kesehatan dalam setiap tahapan pesta demokrasi tersebut.

Menurut Ibrahim, penerapan protokol kesehatan dapat menekan dan mencegah terjadinya penyebaran klaster baru Covid-19 atau virus corona saat pelaksanaan Pilkada 2020.
"Jadi harapan kami, agar  paslon dan para pendukungnya agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya saat mengikuti tahapan Pilkada, " kata Kabid Humas Polda Sulsel  di Mapolda Sulsel, Senin (21/9/2020).

Adapun Maklumat itu tertuang dalam Mak/3/IX/2020 dan ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis pada 21 September 2020.
Dalam maklumat tersebut, terdapat empat poin aturan terkait pilkada, yakni:
1. Pilkada 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang    dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara Pilkada 2020, dengan ini Kapolri mengeluarkan maklumat;
a. Dalam pelaksanaan Pilkada 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19.

b. Penyelenggara Pilkada 2020 wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
c. pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
4. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.(***)

lutim sulsel
Suhardi

Suhardi

Previous Article

Operasi Yustisi, Personel Polsek Towuti...

Next Article

Kapolres Barru AKBP Welly Abdillah Berganti,...

Related Posts

Peringkat

Profle

Muhammad saleh

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 53

Postingan Tahun ini: 53

Registered: Apr 8, 2021

Eka Putra

Eka Putra

Postingan Bulan ini: 33

Postingan Tahun ini: 252

Registered: Nov 20, 2020

Didik S

Didik S

Postingan Bulan ini: 19

Postingan Tahun ini: 19

Registered: Apr 1, 2021

Muhis

Muhis

Postingan Bulan ini: 16

Postingan Tahun ini: 34

Registered: Feb 21, 2021

Profle

Muhis

Jelang Ramadhan Polres Jember Gelar Giat Cipta Kondisi
Kapolsek Godean : Jangan Lagi ada Judi Sabung Ayam
Polsek Srumbung Salurkan Beras Bagi Warga Terdampak Covid-19
Polri Pastikan Senjata Yang Digunakan Pelaku Teror Jenis Airsofgun

Follow Us

Recommended Posts

Kapolres Barru Pimpin Apel Pasukan Operasi Keselamatan 2021
Sambangi Gereja Katedral, Kapolda Sulsel Dampingi Ketua PBNU
Gratis, Polda Sulsel Gelar Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing 
Kapolri: Pelaku Teror di Mabes Polri Wanita Berinisial ZA, Simpatisan ISIS
Soal ST Larangan Pemberitaan Polisi Diduga Arogan, Begini Penjelasan Kapolri